Self = Me and I
Seberapa sayang kamu sama diri kamu sendiri? Sangat? Seperlunya? Atau malah kamu membenci dirimu sebegitunya? Joseph Butler bilang, kamu harus mengeksternalisasi dirimu dulu untuk bisa mencintai atau membenci dirimu sendiri. Ngerti gak? Gak.
Begini. Kadang atau sering kita mencampuradukkan antara “I” dan “me”. Itu sebenarnya dua entitas yang berbeda. “I” itu internal, “me” itu eksternal. Konsep “I” itu menunjuk ke diri sendiri, sementara konsep “me” itu adalah objek sasaran, ia dikeluarkan dari “I”. Kita hanya bisa mengatakan mencintai atau membenci diri setelah “me” kita keluarkan dari “I”. I love myself, I hate myself. I want you, I want that car. Di sini “myself, you dan that car” adalah objek sasaran dari “I”.
But then “Who am I?” I am I. “What am I?” “I am a mirage who perceives itself”. (yang terakhir itu kata Hofstadter, jika aku gak salah kutip).
Sat 30 Apr 2011 - 10 pm