This is the age of opinion, where everything is rated. It begins with how do you look, how do you smile, how do you walk, how do you sing, and of course how do you criticize. Every little thing you have is to be rated too. Your lipstick, your belt leather, your coffee, your cell phone, your umbrella, your pen, your underwear. Even your thoughts. This is particularly of our time. The online world.
Everything is on display, everything, your every single thing. Your vagina, your penis, are all rated too. Your religion, your believe, your fear, your happiness, those aren’t to be excluded.
From your head to toe, from your exterior to your interior, you’re one full of a report. An evaluation report.
You are an opinion.
Aren’t you tired of it? Tired of being evaluate?
Please don’t rate my post. I’ll keep it for myself.
Mon 19 Dec 2011 - 2 amTeman-teman bisa menjadi membosankan. Ada saat kita membutuhkan mereka, ada saat kita membutuhkan diri kita sendiri. Dirimu sendiri itulah sahabatmu. Ia yang selalu hadir untukmu, namun tak selalu kau sadari kehadirannya, namun juga seringkali ia hadir dalam keasingan total untukmu. Ia tak kau kenal, tak kau duga, namun hadir bagimu. Begitu pun perjumpaan-perjumpaanmu dengan orang asing, kadang kepada mereka kau ceritakan rahasia-rahasiamu, mimpi-mimpimu. Dalam hadirnya orang asing, kau berbagi peristiwa hidupmu.
Sat 17 Dec 2011 - 7 pmSetelah ini aku tak tahu lagi.
Setelah ini duniaku gelap.
Setelah ini aku menjalani yang tak kuketahui.
Setelah ini aku mungkin bukan aku lagi.
Sat 17 Dec 2011 - 7 pmaku terkungkung
jiwaku mati, atau aku pura-pura hidup
dunia seakan terbang melampaui diriku
meninggalkan aku tanpa pijakan
aku mengatung dalam ruang semesta
ku pikir dunia masih ada di bawah sana
namun kemudian kelam menyingkapkan ketakhadirannya
aku mengalun tiada henti
namun siapa sudi mendengar kisah ini?
kisah seorang manusia yang terlalu sia-sia
Thu 21 Jul 2011 - 11 pm